Header Ads Widget

Darussalam Catering

Dari Gontor ke Al-Azhar: IKPM Kairo Sebagai Katalisator Hubungan Dua Kiblat Keilmuan Islam

Oleh: Adya Siraj dan Abdul Haris

Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan pada tahun 1926 M oleh tiga bersaudara: KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie, dan KH. Imam Zarkasyi. Gontor dikenal dengan sistem pendidikannya yang unik, menggabungkan kurikulum modern dengan nilai-nilai Islam tradisional. Alumni Gontor tersebar di berbagai penjuru dunia, dan banyak di antaranya melanjutkan studi ke Al-Azhar, Kairo.

Al-Azhar, di sisi lain, adalah institusi pendidikan Islam yang telah berdiri sejak tahun 970 Masehi. Sebagai pusat keilmuan Islam, Al-Azhar memiliki otoritas yang diakui secara global dalam bidang keagamaan, khususnya dalam mazhab Sunni. Bagi banyak santri Gontor, melanjutkan studi di Al- Azhar adalah impian yang ingin diwujudkan.

Seiring berjalannya waktu, banyak dari para alumninya yang melanjutkan studi di Al-Azhar. Maka dari itu diperlukanlah suatu tempat untuk menyambung tali silaturahmi. Maka lahirlah Ikatan Keluarga Pondok Modern cabang Kairo, yang sekarang dikenal dengan nama Pimpinan Cabang Istimewa atau yang disingkat dengan istilah PCI IKPM Kairo.

PCI IKPM Kairo adalah wadah persaudaraan yang menghimpun para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang sedang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo. Sebagai organisasi yang penuh dedikasi, PCI IKPM Kairo tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya santri-santri Gontor di negeri para nabi, tetapi juga berperan sebagai jembatan penghubung antara dua kiblat keilmuan Islam, yaitu Gontor dan Al-Azhar.

PCI IKPM Kairo memiliki beberapa peran strategis dalam mempererat hubungan antara Gontor dan Al-Azhar. Di antaranya, yaitu:

1. PCI IKPM Kairo berfungsi sebagai bridge builder atau jembatan penghubung antara kedua institusi. Melalui berbagai program dan kegiatan, IKPM Kairo memfasilitasi komunikasi dan kerjasama antara Gontor dan Al-Azhar.

2. PCI IKPM Kairo menjadi wadah bagi para santri Gontor yang sedang menempuh pendidikan di Al-Azhar untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan antar alumni Gontor, tetapi juga menciptakan jaringan yang solid antara Gontor dan Al-Azhar.

3. PCI IKPM Kairo aktif mengadakan kegiatan akademis yang melibatkan mahasiswa Al- Azhar dan alumni Gontor. Misalnya, seminar, dan diskusi keilmuan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan para mahasiswa, tetapi juga memperkenalkan nilai- nilai Gontori kepada para mahasiswa lainnya yang belajar di Al-Azhar.

Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, PCI IKPM Kairo membangun sinergi antara tradisi keilmuan Gontor yang modern dan khazanah keilmuan Al-Azhar yang klasik. Melalui berbagai program akademis, dan sosial. PCI IKPM Kairo tidak hanya memperkuat ikatan antar alumni, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas Gontor sekaligus mengharumkan nama Indonesia di bumi Kinanah.

Gontor telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berhasil menggabungkan tradisi keilmuan Islam dengan pendekatan modern. Reputasi ini menarik perhatian Grand Syekh Al-Azhar untuk berkunjung, dan ingin melihat secara langsung bagaimana Gontor mencetak generasi-generasi unggul dalam bidang keagamaan dan keilmuan. Dan ini tak lepas dari peran alumninya yang menunjukkan prestasi yang membanggakan ketika tengah menempuh studinya di Al-Azhar.

Dilansir dari laman resmi Pondok Modern Darussalam Gontor, salah satu bukti nyata peran PCI IKPM Kairo dalam mempererat hubungan antara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan Universitas Al-Azhar terjadi pada Kamis, 30 Juni 2016. Saat itu, hubungan antara Gontor dan Al-Azhar mencapai puncaknya ketika rombongan umrah yang dipimpin oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal melanjutkan perjalanan ke Kairo, Mesir. Tujuan utama kunjungan ini adalah bertemu dengan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad El-Thayib, untuk membahas kelanjutan 50 beasiswa yang telah diberikan kepada Gontor saat kunjungan Grand Syaikh ke Indonesia pada tahun 2016.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara Gontor dan Al- Azhar, dua institusi pendidikan Islam terkemuka. Kunjungan tersebut juga menjadi bukti pengakuan Al-Azhar terhadap kontribusi Gontor dalam dunia pendidikan Islam. PCI IKPM Kairo memainkan peran kunci dalam memfasilitasi dan mendukung kunjungan ini, sehingga hubungan antara kedua lembaga semakin kuat dan bermanfaat bagi perkembangan keilmuan Islam.

Grand Syekh Al-Azhar menyampaikan apresiasi terhadap sistem pendidikan Gontor yang berhasil menggabungkan tradisi keilmuan Islam dengan pendekatan modern. Kunjungan ini juga membuka peluang kerjasama yang lebih luas antara Gontor dan Al-Azhar, seperti program beasiswa.

Sebagai tokoh yang dikenal dengan pandangan moderatnya, Grand Syekh Al-Azhar ingin menyebarkan pesan toleransi dan moderasi Islam melalui kunjungannya ke Gontor. Gontor, yang juga dikenal dengan nilai-nilai moderasi dan kebangsaannya, dipandang sebagai mitra strategis dalam menyebarkan pesan ini di Indonesia.

Hubungan antara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan Universitas Al-Azhar Kairo nyatanya telah terjalin sejak puluhan tahun silam. Kedua institusi ini, meskipun terpisah oleh jarak geografis yang jauh, memiliki ikatan yang kuat dalam misi yang sama yaitu mencetak generasi-generasi unggul yang menguasai ilmu agama dan berbagai keilmuan lainnya. Hubungan ini tidak hanya terjalin melalui pertukaran pelajar dan keilmuan, tetapi juga melalui nilai-nilai yang sama dalam memajukan pendidikan Islam. Maka dari itu, Gontor memilih Al-Azhar sebagai salah satu dari empat sintesanya.

Sejak awal, Gontor telah menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat, sambil mengintegrasikan kurikulum modern. Hal ini membuat Gontor menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia.

Banyaknya alumni Gontor yang melanjutkan studinya di Al-Azhar membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Alumni Gontor yang lulus dari Al-Azhar kembali ke Indonesia dengan membawa khazanah keilmuan yang kaya. Mereka menjadi dosen, guru, bahkan pemimpin masyarakat yang berkontribusi dalam memajukan pendidikan Islam.

Meskipun hubungan antara Gontor dan Al-Azhar telah terjalin dengan baik, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Misalnya, menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata hingga dapat menyentuh berbagai kalangan yang lebih luas cakupannya, senada dengan cita-cita para pendiri Gontor untuk membangun 1000 cabang pondok modern di Indonesia bahkan di dunia yang mengadopsi nilai-nilai gontori dan mewarisi kedalaman ilmu azhari.

Sejarah panjang hubungan antara Gontor dan Al-Azhar adalah bukti nyata dari sinergi keilmuan Islam yang harmonis. Kedua institusi ini, meskipun berbeda dalam latar belakang dan lokasi, memiliki misi yang sama yaitu mencetak generasi-generasi unggul yang menguasai ilmu agama dan bidang keilmuan lainya.

Melalui peran alumni Gontor di Al-Azhar, kegiatan-kegiatan PCI IKPM Kairo, dan kunjungan bersejarah Grand Syekh Al-Azhar ke Gontor, membawa dampak positif bagi dunia pendidikan Islam. Harapan ke depannya, sinergi antara Gontor dan Al-Azhar dapat terus diperkuat, sehingga kontribusi mereka dalam memajukan umat Islam semakin besar.

PCI IKPM Kairo adalah cerminan harmoni antara persaudaraan, keilmuan, dan pengabdian sebuah ikatan yang mengalirkan semangat Gontor di tengah gurun keilmuan Al-Azhar.


Posting Komentar

0 Komentar